PERLUNYA ATURAN PENGUPAHAN GURU SWASTA

E-mail Print PDF

Catatan Redaksi :

Protes keras Forum Guru Swasta (FORGUSTA) Kabupaten Tegal pada Senin, 4 Januari 2009, memang perlu menjadi catatan semua pihak termasuk para guru swasta. Dari saat dulu upah guru swasta lebih dari guru negeri, siapa yang mau mengabdi di sekolah negeri yang rawan dengan pemecatan. ini perlu menjadi catatan semua pihak. semua berlomba-lomba mengajar di sekolah swasta. sekarang saat guru honorer di sekolah negeri diperhatikan, mereka baru protes. Inikan tidak seimbang?

Tetapi apapun yang terjadi memang pemerintah (di daerah manapun) tetap harus memperhatikan guru swasta, karena  merekalah yang turut serta mencerdaskan bangsa. Apalagi ada kesalahan fatal dari pemerintah (daerah), Pemberian ijin pendirian sekolah swasta begitu mudahnya. Akibatnya banyak sekolah swasta yang kembang-kempis, guru digaji "seenaknya". Dan, ini dibiarkan begitu saja, inikan dzalim!

Ini yang perlu diatur, sekolah swasta yang mau berdiri, harus punya kemampuan yang lebih dalam masalah penggajian para gurunya. Jangan sampai upah para guru itu di bawah upah minimum kota/kabupaten (UMK). dan tidak hanya itu saja,  para guru juga perlu mendapatkan kesejahteraan dengan UMK plus. Karena guru adalah pekerjaan profesional, makanya untuk masalah pengaturan upah harus melihat hal ini. Apakah ijasahnya sesuai tidak dengan pelajaran yang diampunya, atau apa punya legalitas mengajar? Hal ini dibuktikan dengan akta mengajarnya.

Pemerintah juga perlu melihat bahwa pemilik yayasan sering sewenang-wenang kepada para guru dan anehnya justru didukung penuh oleh dinas terkait. Ini sering menimbulkan pertanyaan, ada apa dibalik itu semua?

Masyarakat juga melihat bahwa pemilik yayasan terkesan menjadikan sekolah 'kepunyaannya' dijadikan sapi perahan. Hal ini secara kasat mata bisa dilihat dari 'kesejahteraannya'. Tadinya hanya orang biasa tetapi saat menjadi pengurus yayasan pendidikan, bisa naik haji sampai lebih dari satu kali. Tetapi itu bukan berarti tidak ada yang ikhlas untuk beramal lewat pendidikan. seperti contohnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah,  itu tidak ada pengurus yang mengambil keuntungan dari sekolah tersebut, bahkan kata tombok itu sudah biasa. 

Tetapi semua itu tergantung dari niat baik eksekutif dan legislatif, makanya saat memilih pemimpin kita harus berhati-hati. Banyak pemimpin yang setelah 'pasti' tidak akan berkuasa lagi maka akan 'terlihat' seenaknya. Tidak memperjuangkan rakyat sepenuh hati!

Mari kita dukung guru swasta dan pemerintah untuk memperbaiki kondisi atau nasib para guru swasta. Tetapi bukan berarti menisbikan perjuangan para guru honorer di sekolah negeri!

Last Updated ( Monday, 04 January 2010 20:53 )  




Bursa Rumah/Tanah

Butuh Uang
Dijual Rumah tinggal, SHM. LT +/- 330 m2, Satu rmh utama & 2 Rmh petak,garasi,lstrk 900 W dan 450 W,Lok. Jl. Kembang II Ds. Tembok Luwung Adiwerna Tegal Peminat serius Hub: 0283-3327060, 081902000540

Statistik

Content View Hits : 73994