Seni Budaya

KADERISASI SANGAT MENENTUKAN MASA DEPAN MUHAMMADIYAH

Sesuai dengan sunatullah, sesudah melampaui masa dewasa, seseorang pasti mengalami proses ketuaan. Gejalanya antara lain menurunnya power, berkurangnya kreativitas, lamban dalam gerak maupun berpikir dan sebagainya. Karena itu periodesasi kepemimpinan persarikatan/organisasi mutlak diperlukan.

Menjaga agar kontinuitas berlangsung mulus, maka pimpinan yang menggantikan pimpinan terdahulu, bukan hanya terdiri dari kelompok yang lebih muda dalam usia dan pengalaman, melainkan juga mereka yang memahami dan menghayati pimpinan yang mereka gantikan. Tidak ubahnya dalam lomba lari estafet, pelari yang menerima tongkat dari pelari sebelumnya, menyadari peran dirinya dalam lomba secara keseluruhan.

Kalau kondisi semacam itu diterapkan dalam persarikatan Muhammadiyah, termasuk di kota Tegal, maka ortom-ortom yang tergolong AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) keberadaannya bukan hanya sekedar memenuhi unsur persarikatan, melainkan benar-benar harus hidup dan dirasakan oleh segenap warga. Jadi AMM harus difungsikan sebagai proyek kaderisasi bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah.

Kalau ada pimpinan Muhammadiyah cenderung mempertahankan posisinya, maka ada beberapa kemungkinan:
a. Dirinya punya kepentingan pribadi di balik posisinya. Meski Muhammadiyah bukan organisasi yang bergelimang dengan dana dan fasilitas, namun bisa saja kepentingan itu bersifat immateri, harga diri dan reputasi.
b. Dirinya melihat bahwa orang yang menggantikannya tergolong ambisius dan kurang ikhlas dalam beramal, sedangkan ikhlas merupakan pondasi utama seseorang terjun ke persarikatan
c. Dirinya belum melihat bahwa orang yang mau menggantikannya berprestasi meyakinkan

Adapun selama ini AMM kurang menonjol sebagai kader Muhammadiyah/Aisyiyah, ada beberapa penyebabnya:
a. Salah persepsi bahwa gerakan AMM harus menyerupai Muhammadiyah/Aisyiyah, sehingga AMM menjadi organisasi yang tidak memiliki daya tarik bagi pemuda
b. Kurangnya nyali di kalangan generasi muda untuk mewujudkan gagasan dan pikirannya, takut tidak direspon oleh kalangan tua
c. Kurangnya bimbingan dan binaan dari PDM/PDA

Untuk membangkitkan AMM (khususnya Pemuda Muhammadiyah) dari kelesuannya yang panjang, perlu diwujudkan langkah yang menunjukkan bahwa AMM adalah organisasi kepemudaan. Karenanya aktivitas AMM lebih banyak diarahkan pada bidang-bidang berikut ini:
1. Sport/olahraga
a. Bentuklah klub-klub sport dengan nama HIZBUL WATHAN/NA. Dimulai dengan cabang yang sederhana seperti tenis meja, badminton, bola voli dan lain-lain.
b. Bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen menyelenggarakan pertandingan olahraga antar sekolah Muhammadiyah.
2. Kesenian
a. Membentuk dan menghidupkan klub seni, misalnya paduan suara, band, teater dan lain-lain
b. Bekerja sama dengan Majelis Dikdasmen menyelenggarakan lomba-lomba seni bagi pemuda/pelajar
3. Keilmuan
a. Menyelenggarakan ceramah-ceramah di bidang narkoba, seks, hukum perundang-undangan dan lain-lain dengan mengundang pakar serta bekerja sama dengan instansi terkait
b. Membuka bimbingan penulisan karya ilmiah, terutama dalam rangka lomba karya ilmiah remaja
c. Membentuk klub pecinta alam dan lingkungan hidup
4. Kepanduan
a. Menghidupkan latihan kepanduan secara rutin
b. Melakukan perkemahan sambil studi banding ke luar daerah
c. Mengirim utusan ke jambore, baik tingkat lokal maupun nasional
5. Jurnalistik/ kepengarangan
a. Menyelenggarakan seminar atau sejenisnya tentang profesi yang sangat prospektif, yaitu kewatawanan
b. Menyelenggarkan latihan jurnalistik dan kepengurusan
c. Bekerja sama dengan lembaga seni budaya, secara rutin membuka sayembara mengarang bagi pemuda/pelajar.

Semua kegiatan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi dengan PDM/PDA. Khusus dalam hal pengajian sebagai sarana penggemblengan mental spiritual AMM harus bergabung dengan PDM/PDA dan cabang-cabang/ranting-ranting, termasuk dalam kegiatan yang disebut Baitul Arqom atau Darul Arqom.

Tentu saja langkah itu semua dapat berlangsung dengan baik sesudah AMM (lebih-lebih Pemuda Muhammadiyah) melakukan konsolidasi organisasi, termasuk pembentukan cabang-cabang dan ranting-ranting sesuai dengan wilayahnya masing-masing

Hanya dengan keberadaan AMM semacam itulah kaderisasi dapat berlangsung sesuai dengan harapan semua pihak, baik angkatan tua maupun muda.

Oleh :
Ratmana Suciningrat
Wakil Ketua III PDM Kota Tegal

 

Bursa Otomotif

Taruna CX Th. 2004
Biru Tua Metalik Original, Harga 98,5 juta (nego)
Hub. Edi Hp. 0815652596, 0283 3328886

Feroza Th. 95
Biru, Harga 53 juta (nego), Hub. Lukman 081548074999

Suzuki Baleno Th. 97
Silver, Plat B, Harga 75 juta (nego)
Hub. Fauzi 085842103999

Escudo JLX Th. 95
Merah Maroon Ori, TV, Sound System, Plat E, Harga 79 juta (nego), Hub. Fauzi Hp. 085842103999

Statistik

Content View Hits : 62931