
Musyawarah Daerah (MUSDA) Partai GOLKAR itu agenda 5 tahunan dan itu merupakan keputusan Partai tingkat Kota Tegal tertinggi itu ya MUSDA, GOLKAR setiap 5 tahun itu. Kader-kader GOLKAR itu harus mendukung kegiatan MUSDA itu dan harus berperan aktif dan memberikan partisipasi aktif terhadap suksesnya MUSDA GOLKAR tahun ini. Oleh karena MUSDA GOLKAR tahun 2009 itu memiliki arti yang sangat penting terhadap perkembangan dan kemajuan Partai GOLKAR Kota Tegal ke depan. Kita harapkan aturan-aturan yang ditetapkan oleh hasil musyawarah nasional, itu dipatuhi, jadi oleh seluruh kader GOLKAR, baik mekanisme pembentukan panitia, steering commitee, maupun organisation commitee, baik mengenai penyusunan tata tertib MUSDA dan sebagainya. Proses-proses penyerapan aspirasi di dalam rangka pengaturan aspirasi kepada MUSDA itu harus berjalan dan berpedoman kepada keputusan-keputusan MUNAS, sebab apa?
Jikalau ada hal-hal yang menyangkut ketentuan-ketentuan yang sudah
digariskan oleh MUNAS tidak dipatuhi oleh MUSDA ditingkat II maupun itingkat I, maka itu berarti melanggar putusan MUNAS. Padahal putusan Munas adalah putusan tertinggi partai secara nasional sehingga sangat berbahaya kalau di dalam MUSDA ini ada pihak-pihak yang ingin mempermainkan aturan-aturan main itu dan bertentangan dengan keputusan - keputusan MUNAS. Ini akan menjadi presiden yang buruk dan akan
memberikan dampak yang negatif terhadap pendidikan politik bagi kader-kader partai GOLKAR itu sendiri.
Kita ingin MUSDA ini menjadi arena pendidikan politik yang sehat bagi kader-kader partai GOLKAR dan ini saatnya tongkat estafet kepimpinan itu harus bisa berjalan dengan keikhlasan dari rezim lama kepada rezim yang baru nanti. Dan oleh karena itu, aturan main harus dibersihkan dari rekayasa-rekayasa dan harus diarahkan kepada kebesaran partai, kepentingan oleh partai lebih besar daripada individu atau pribadi ataupun geng-geng, faksi-faksi, yang ada harus dibawah kepentingan partai secara umum. Mengapa ini demikian, oleh karena apa konsolidasi partai organisasi ke depan itu menjadi kunci keberhasilan GOLKAR akan lebih mewujudkan kwalitasnya dan kapasitasnya menanjak atau menurun?
Ya itu tergantung daripada MUSDA sekarang ini, jadi disini berdasarkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang baru maka ada satu marwah ada
satu ruh dari hasil MUNAS itu yang menginginkan GOLKAR membangun konsolidasi organisasinya, baik secara struktural atau maupun secara koordinasi samping keatas ke bawah (artinya : secara struktural itu pembinaan terhadap pinpinan di Kelurahan, Kecamatan, Tingkat II, Tingkat I
dan seterusnya). Tetapi ke samping, organisasi massa baik yang mendirikan partai GOLKAR secara historis maupun organisasi –organisasi yang didirikan oleh partai GOLKAR itu harus diletakkan pada tupoksi yang sebenar-benarnya dan dihargai atas segala jasa-jasanya sehingga GOLKAR tidak meninggalkan sejarah karena GOLKAR, kalau golkar sudah meninggalkan sejarah maka akan ditinggalkan oleh pemilih karena sudah tidak aspiratif kembali. Dan semangat ini didasari dengan motto GOLKAR paradigma partai GOLKAR yang baru bahwa GOLKAR senantiasa ingin mengembangkan demokratisasi dan bottom up, jadi pengurus-pengurus atau terlebih lagi, pemilihan ketua yang berdasarkan like and dish like, berdasarkan tunjuk-tunjukkan, berdasarkan restu-restunan, itu harus tidak boleh terjadi, disini yang ada kita cuma mau bicara, pidato-pidato saja tanpa demokaratis, pidato-pidato tok mengatakan idealis tetapi prakteknya membohongi kader maka akan ditinggalkan oleh kadernya.
Pemimpin itu yang seperti itu tidak ada, pemimpin sekarang itu harus menjadi pemimpin yang benar-benar berasal dari rakyat, dari bawah, diusung oleh mereka yang dari bawah dan dipilih oleh mereka yang bakal dipimpin, bukan dipilih oleh sekelompok orang yang ingin menjaga kepentingan mereka saja ini tidak boleh terjadi, sudah bukan jamannya lagi. Kita harus melihat kedepan, GOLKAR harus maju bersiap-siap merebut kemenangan Pemilu tahun 2014 nanti. Jadi kader GOLKAR di Tegal Barat siap untuk mensukseskan itu dan siap bertarung didalam MUSDA nanti, apapun hasilnya kita hormati siapapun yang maju harus dihormati. Tidak ada restu-restunan itu tidak ada, siapapun yang punya hak yang sama sepanjang memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam hasil MUNAS, jadi acuannya itu MUNAS bukan keinginan satu atau dua orang didaerah bukan!
Apa yang diputuskan dari MUNAS itulah acuannya yang berusaha mengebiri keputusan-keputusan MUNAS akan berhadapan dengan konstitusi partai, itu seperti itu saja, jadi mari kita jalan sesuai dengan aturan-aturan yang menyimpang dari aturan akan ada sangsinya. Harapannya : yang itu harapannya supaya MUSDA bisa berjalan lebih baik dalam arti demokratis, yuridis, yang tidak ada rekayasa. Karena sekarang ini rekayasa-rekayasa seperti itu sudah kelihatan nampak gejala-gejala seperti itu, ada yang menghalangi-halangi berbagai pihak dan munculnya kandidat-kandidat sudah ada yang melakukan black champaigne, itu sudah tidak betul, selama kalau seperti itu kita harus menghormati, soal jadi tidak jadi itu urusan nanti, tapi mengahalangi itu tidak boleh.
Disarikan dari wawancara Herry Anggoro SH selaku Ketua MKGR Tegal Barat, yang menurut beberapa kader Golkar sudah layak menjadi pemimpin DPD II artai GOLKAR Kota Tegal. Para kader beranggapan bahwa beliau sudah memiliki jam terbang yang tinggi dalam berbagai organisasi terutama yang didapatkan selama menjadi anggauta GOLKAR. Dan beliau sudah membuktikan diri memajukan Golkar Kota Tegal, diharapkan beliau terpilih menjadi Ketua DPD II Partai GOLKAR Kota Tegal, sehingga kedepannya Partai GOLKAR Kota Tegal akan lebih maju lagi. (Oleh R.Arief Budi Susanto)






