Membangun Tegal lewat Dunia Virtual

Membangun Tegal lewat Dunia VirtualPesatnya teknologi komunikasi dan informasi telah menciptakan berbagai keajaiban di dunia. Jarak yang jauh terasa semakin dekat. Kemudahan akses pun menjadi semakin mudah. Demikian pula dengan biaya dan tenaga yang dibutuhkan, menjadi jauh lebih efektif dan efisien. Keajaiban ini bermula dari ditemukannya piranti bernama komputer pada tahun 1940 ketika Dr John Mauchly dan Prosper Eckert menciptakan ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Calculator). ENIAC yang memiliki total berat 30 ton memerlukan ruangan seluas 140 m2 dan 130 KW tenaga listrik untuk mengoperasionalkannya. Kemudian, komputer terus mengalami revolusi eksponensial hingga seperti yang kita lihat saat ini.
Dalam bukunya, Friedman mengemukakan bahwa salah satu hal yang membuat dunia ini menjadi flat (datar) adalah the new age of connectivity (era baru jaringan) pada tahun 1990-an. Inilah salah satu milestones dalam perkembangan teknologi informasi saat ini. Ada tiga peristiwa penting yang menandai era tersebut. Peristiwa tersebut adalah munculnya internet sebagai alat jaringan global berbiaya rendah; hadirnya World Wide Web dimana setiap orang dapat mem-posting sesuatu untuk dapat diakses oleh orang banyak; dan meluasnya penggunaan web browser komersial yang dapat mengambil dokumen pada suatu web pages serta menampilkannya ke layar monitor kita.
Fakta inilah yang mendorong generasi muda Tegal untuk menciptakan komunitas bernama Tegal Cyber Community (TCC). Komunitas ini adalah komunitas dari, oleh, dan bagi warga Tegal dan sekitarnya yang memanfaatkan internet untuk mengobrol dan berdiskusi. Setiap pengunjung dapat mengakses TCC dengan mengetikkan http://forum.tegalcyber.web.id di web browser-nya. Setelah mendaftar dan login, pengunjung baru dapat menggunakan fasilitas ngobrol dan diskusi interaktifnya.
Media TCC berbasis forum. Forum dipilih karena memiliki dua kelebihan dibandingkan mailing list (milis). Pertama, diskusi melalui forum tidak akan memenuhi email inbox anggotanya. Forum ini di-install di sebuah web hosting berbasis mySQL dan PHP. Memori penyimpanan yang dipakai adalah web hosting tersebut. Kedua, diskusi melalui forum terklasifikasikan dengan rapi dan jelas. Administrator telah membagi per kategori sehingga pengguna dapat memilih berpartisipasi di topik diskusi (dopokan) yang sesuai keinginannya.
Anggota terdaftar forum ini sudah lebih dari 580 orang meskipun baru dibentuk pada akhir 2009 lalu. Forum ini unik karena menggunakan bahasa Tegal sebagai bahasa diskusinya sehingga hubungan antaranggota menjadi lebih akrab, meskipun hanya baru mengenal di dunia virtual. Selain itu, berbeda dengan forum-forum lainnya, TCC memiliki smilies yang lucu dan ekspresif, yang lagi-lagi direpresentasikan dengan bahasa Tegal. Keberanian mengusung bahasa Tegal sebagai bahasa utama di forum inilah yang menjadi kekuatan dan keunggulan TCC.
Tujuan utama TCC adalah untuk menjalin silaturahim antarwarga Tegal dan sekitarnya di dunia virtual. Selain itu, TCC juga ingin menjadi salah satu sarana berbagi ilmu dan pengetahuan serta sarana diskusi dan pengumpulan ide untuk membangun Tegal.  Meskipun terlihat serius, tujuan-tujuan tersebut direalisasikan oleh pengurus dan anggota TCC melalui bahasa-bahasa santai dan ringan di forum diskusi.
Di website tersebut, kita dapat mengikuti berbagai topik dopokan menarik. Mulai dari dopokan sekitar teknologi seperti database, software, dan internet hingga gagasan atau informasi tentang Tegal di bidang politik, sosial, budaya, dan ekonomi. Di forum juga tersedia dopokan tentang musik, dapur, sastra, desain, game, dan pernak-pernik lain yang terkait dengan hobi. Bahkan informasi lowongan kerja, curhat, dan gasak-gasakan pun dapat ditemui di sini.
Sebagai bukti keseriusan dalam mengelola TCC, kami telah menyelenggarakan muktamar pertama pada tanggal 27 Februari 2010 lalu. Bertempat di kempleks balaikota lama, muktamar ini telah membentuk divisi dan para pengurusnya. Untuk saat ini, TCC telah memiliki tiga divisi, yaitu maintenance, promosi dan pendanaan. Di divisi maintenance sendiri ada dua subdivisi yaitu programming dan desain. Dengan total 16 pengurus, saat ini target utama TCC adalah melakukan penataan internal dan promosi intensif.
Berbagai upaya untuk promosi telah dilakukan. Melalui facebook, kami membuka group bernama “Tegal Cyber Community”. Selain itu, juga mengajak melalui wall-to-wall kepada teman-teman yang berasal dari Tegal. Tak lupa, kami juga telah membuat slide perkenalan TCC dan tutorial cara menggunakan TCC kemudian meng-upload-nya di file sharing dan berbagai milis.
Membangun komunitas memang bukan jalan yang mudah. Apalagi jika tak berorientasi keuntungan materiil. Kami menyadari sepenuhnya itu. Namun, kesulitan itu tak mengendurkan semangat kami. Mungkin terdengar retoris, namun kami menjadikan forum ini sebagai salah satu bukti kecintaan dan pengabdian kami kepada Tegal. Paling tidak, sebagaimana tertulis dalam tagline TCC, ben wong Tegal ora picek teknologi.
Akhda Afif Rasyidi
Alumni Ilmu Komputer UI
Administrator TCC
 

IBU MUSTOFIAH

IBU MUSTOFIAH


Sosok Lembut Penuh Kreativitas

Siapapun pasti tidak  menyangka dan menduga kalau  Ibu Mustofiah yang terlihat biasa-biasa saja ternyata  memiliki kreativitas yang sangat tinggi. Beliau tidak hanya sekedar mengajar Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) di SMP N 15 Tegal. Sosok Ibu yang lembut ini mementahkan anggapan tentang kalau guru senior kebanyakan tidak kreatif, pasrah, dan membosankan. Tetapi Ibu Mustofiah ini adalah kekecualian. Dengan segala keterbatas- annya sebagai seorang ibu, guru PLH ini mengajar dengan penuh kegigihan atau semangat, dan yang paling pantas diacungi jempol adalah beliau mengajar dengan kreativitas yang sangat tinggi.


Berbekal ketekunan-nya, ibu yang selalu tersenyum dengan lembut terus melakukan eksperimen. Segala hal tidak luput untuk selalu mencoba apa yang belum pernah dicoba, untuk mendapat hasil terbaik. Sebagai seorang ibu yang penuh dengan keterbatasan waktunya, beliau mengerjakan   kegiatan  di   rumah  saat - saat    waktu senggang, dan karena hanya mengandalkan kemampuan diri. Proses kreatif  ini tidak lepas dari motto beliau yaitu ”Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, Hari besok harus lebih baik dari hari ini”ucapnya saat ditanya motto hidup beliau.


Kekreatifan ibu dari 3 anak ini sudah bisa menghasilkan sesuatu dari kreatifitasnya seperti,  vas bunga yang terbuat dari botol bekas, gayung, lampion, yang terbuat dari botol Mizon bekas dan kap lampu yang membuat orang terpesona, terakhir dan baru-baru ini  beliau bereksperimen membuat kerupuk dari nasi bekas dan itu berhasil menarik perhatian semua orang sehingga orangpun tertarik mencobanya dan akhirnya kerupuk itu memiliki nilai jual yang lumayan.

Kepedulian Lingkungan

Sebagai pengajar PLH, kepedulian akan pentingnya penggunaan barang bekas selalu beliau ‘kampanyekan’ kemana-mana. Itu tidak lepas dari pemikiran beliau ke depan, tentang bahaya dari sampah yang tidak bisa membusuk, anorganik. bu yang berkacamata ini mengaku bahwa  mata pelajaran  PLH itu sangat penting dan bermanfaat. Berguna untuk bertujuan mengenalkan, melestarikan, mengembangkan PLH agar masyarakat peduli dengan lingkungan hidup.


Beliau berpesan sebaiknya semua peduli pada lingkungan hidup karena peduli terhadap lingkungan hidup itu penting untuk melestarikan penghijauan. Peduli terhadap lingkungan hidup juga dapat dilakukan dengan mengelola barang bekas yang tidak berguna  menjadi barang  yang bermanfaat yang juga mempunyai nilai jual.


Tidak mengheran - kan kalau kreatifitasnya membawa guru PLH ini dimintai bantuan untuk memberi kursus atau pelatihan singkat bagi ibu-ibu PKK di lingkungannya maupun dimintai bantuan oleh para kenalan atau koleganya. Bu Mus di depan para ibu-ibu tidak hanya ekedar memberi pelatihan bagaimana mengolah atau memanfaatkan barang  atau makanan bekas, tetapi yang terpenting dari semua itu dalah memberi dorongan kepada mereka untuk bagaimana memelihara lingkungannya. Rusaknya lingkung-an mungkin tidak dirasakan oleh kita, tetapi anak cucu kita yang akan merasakannya?” Kata beliau. Lebih lanjut beliau enyampaikan bahwa kalau kita tidak memelihara lingkungan maka kita akan memberi kesengsaraan bagi anak turun kita. “Seperti ekarang ini, dimana cuaca tidak menentu. Di sisi lain, kualitas lingkungan kota kita juga semakin menurun. Dosa lo kalau lingkungan hidup tidak kita pelihara,” pungkas beliau kepada tegalinfo. (rief)

Last Updated ( Saturday, 09 January 2010 23:49 )

ARRUM, HARAPAN MASA DEPAN TENIS INDONESIA?

ARRUM, HARAPAN MASA DEPAN TENIS INDONESIA?

Melihat prospek petenis belia asal Kota Tegal, Arrum Damarsari, tentu menjadikan sebuah harapan bagi masyarakat Tegal bahkan Indonesia. Betapa tidak, dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, kemajuan dari petenis putri yang berusia 12 tahun ini sangat pesat. "Right on the track," kata pelatih fisiknya, Taufan. "Tetapi semua itu tinggal tergantung pada kedua orangtuanya, harus sabar dan siap biaya, karena tenis bukan olahraga yang murah,  dan jangan sampai tergoda pelatihan yang ecek-ecek tetapi jual omongan besar," ungkapnya.


Arrum Damarsari yang kini bersekolah di SMP Negeri 14 Tegal merupakan salah satu dari calon bintang tenis yang mulai bersinar.
Dalam kejuaraan terakhir di Pemalang Open 2009, Arrum menjadi juara tunggal dan ganda kelompok putri 12 tahun. Bahkan pada kejuaraan di Cirebon, Remaja Bangkit, Arrum yang baru berusia 12 tahun ini  mencoba terjun di KU 14, hasilnya luar biasa. Pada babak semifinal, andalan Cirebon yang juga mantan rekan sesama klubya di Tegal, Lian, dihabisi dengan skor telak, 62, 62.


Pencapaian hasil ini tentu luar biasa, dengan tolok ukur Lian yang dulu saat pertama masuk ke sebayu PU Tennis Club (SPTC) Kota Tegal, Lian diberi skor 1 atau 2. Tetapi setelah digembleng di SPTC gantian Lian yang mengalahkannya. Kemudian Lian yang sudah mulai maju pesat rupanya pindah ke lain hati, pindah ke Ardi, pelatih dari Bogor. Pelatihan di tempat Ardi rupanya menjadi motivasi Arrum untuk lebih berprestasi lagi, mengalahkan Lian. Tidak sia-sia tekad tersebut, sehingga babak semifinal menjadi ajang pembantaian buat Lian yang merupakan kebanggan dari masyarakat Cirebon.

RAJIN LATIHAN MANDIRI

Keberhasilan Arrum menjadi petenis yang mulai diperhitungkan oleh para petenis kelompok umur 12 lainnya tidak lepas dari peran para pelatihnya, seperti Purnomo,Taufan, Ajis, dan Giri, serta peran orang tuanya, Suroyo dan Rizkiyah.


Latihan yang sudah terprogram diklubnya tak membuat Arrum menjadi malas berlatih mandiri. Dengan pengawasan orang tuanya anak tertua dari pasangan Suroyo dan Rizkiyah ini selalu melakukan latihan mandiri di pagi hari. "Ini merupakan kiat supaya Arrum bisa bersaing dengan petenis daerah lain, kalau nda melakukan latihan mandiri maka kemajuannya tidak akan signifikan," ujar Suroyo yang menjabat Kanitserse di Polsek Margadana.


Arrum yang kelahiran tanggal 17,  bulan Juni,  tahun 1998, mempunyai dua adik yaitu Satriyo dan Galuh tidak banyak berkomentar tentang prestasi dirinya. Dia lebih suka bekerja keras dari pada bicara.


Ciri khas atau keistimewaannya Arrum adalah selalu memanfaatkan lebar lapangan, dan pukulan yang dipunyainya akurasinya tinggi, sehingga membuat lawannya kesulitan untuk mengembalikan pukulan-pukulannya. Apalagi seringnya bola  jatuh pada sudut kanan kiri lapangan lawan.  Itulah kunci kesuksesannya dia selama ini.


"Kalau dia mempunyai power dan pukulan swing yang mantap maka dia siap memasuki KU 14," ungkap pelatih fisiknya, Taufan. Sedangkan orang tuanya, Suroyo, mengungkapkan kalau Arrum pada tahun ini (2010) sewaktu -waktu akan diterjunkan ke KU 14, "Nanti melihat kakak angkatannya naik ke KU 16, nunggu Idhun dan Woyla serta yang lainnya naik ke 16, " jelasnya. (rief)

Last Updated ( Sunday, 10 January 2010 13:43 )

TEKUWIH ATAU BADA LAYAH DI TEGAL

Tegal – Malam ini, Rabu (4/3), atau tepatnya ba’da Maghrib menjelang Isya, masyarakat yang masih menganut ajaran sinkretisme di Tegal merayakan Tekuwih atau bada layah. Tekuwih dirayakan pada malam bulan ke delapan bulan Maulud.

 

Maka tidak mengherankan kalau menjelang Tekuwih, pasar-pasar menjadi lebih ramai, panjang, atau mbludak. Jualannya untuk kebutuhan Tekuwih, seperti buah-buahan, rengginang, dan juada pasar seperti kembang setaman, otok owok, arang-arang kambang, macam-macam pisang.

 

Makanan-makanan tersebut dijadikan satu paket di atas layah. Paket tersebut diberikan kepada para tetangga, mushalla, masjid, atau jamiahan. Maka tidak mengherankan kalau mnjelang Maghrib mushalla ataupun masjid ramai penuh sesak dengan jamaah. Menariknya setelah shalat Maghrib, dan menerima makanan di atas layah, mereka pulang walau adzan Isya sedang berkumandang. Loo…

 

Menurut yang mempercayai perayaan ini, asal muasal prosesi ini untuk memperingati ngidamnya ibu Nabi Muhammad, Aminah. Padahal ngidam itu tidak ada dalam tradisi arab atau timur tengah, jadi ….! Wallahu’alam Bisawab. (Rif).

Last Updated ( Wednesday, 04 March 2009 23:50 )









Bursa Rumah/Tanah

Butuh Uang
Dijual Rumah tinggal, SHM. LT +/- 330 m2, Satu rmh utama & 2 Rmh petak,garasi,lstrk 900 W dan 450 W,Lok. Jl. Kembang II Ds. Tembok Luwung Adiwerna Tegal Peminat serius Hub: 0283-3327060, 081902000540

Statistik

Content View Hits : 78603