Olahraga

ARRUM, HARAPAN MASA DEPAN TENIS INDONESIA?

ARRUM, HARAPAN MASA DEPAN TENIS INDONESIA?

Melihat prospek petenis belia asal Kota Tegal, Arrum Damarsari, tentu menjadikan sebuah harapan bagi masyarakat Tegal bahkan Indonesia. Betapa tidak, dalam beberapa kurun waktu terakhir ini, kemajuan dari petenis putri yang berusia 12 tahun ini sangat pesat. "Right on the track," kata pelatih fisiknya, Taufan. "Tetapi semua itu tinggal tergantung pada kedua orangtuanya, harus sabar dan siap biaya, karena tenis bukan olahraga yang murah,  dan jangan sampai tergoda pelatihan yang ecek-ecek tetapi jual omongan besar," ungkapnya.


Arrum Damarsari yang kini bersekolah di SMP Negeri 14 Tegal merupakan salah satu dari calon bintang tenis yang mulai bersinar.
Dalam kejuaraan terakhir di Pemalang Open 2009, Arrum menjadi juara tunggal dan ganda kelompok putri 12 tahun. Bahkan pada kejuaraan di Cirebon, Remaja Bangkit, Arrum yang baru berusia 12 tahun ini  mencoba terjun di KU 14, hasilnya luar biasa. Pada babak semifinal, andalan Cirebon yang juga mantan rekan sesama klubya di Tegal, Lian, dihabisi dengan skor telak, 62, 62.


Pencapaian hasil ini tentu luar biasa, dengan tolok ukur Lian yang dulu saat pertama masuk ke sebayu PU Tennis Club (SPTC) Kota Tegal, Lian diberi skor 1 atau 2. Tetapi setelah digembleng di SPTC gantian Lian yang mengalahkannya. Kemudian Lian yang sudah mulai maju pesat rupanya pindah ke lain hati, pindah ke Ardi, pelatih dari Bogor. Pelatihan di tempat Ardi rupanya menjadi motivasi Arrum untuk lebih berprestasi lagi, mengalahkan Lian. Tidak sia-sia tekad tersebut, sehingga babak semifinal menjadi ajang pembantaian buat Lian yang merupakan kebanggan dari masyarakat Cirebon.

RAJIN LATIHAN MANDIRI

Keberhasilan Arrum menjadi petenis yang mulai diperhitungkan oleh para petenis kelompok umur 12 lainnya tidak lepas dari peran para pelatihnya, seperti Purnomo,Taufan, Ajis, dan Giri, serta peran orang tuanya, Suroyo dan Rizkiyah.


Latihan yang sudah terprogram diklubnya tak membuat Arrum menjadi malas berlatih mandiri. Dengan pengawasan orang tuanya anak tertua dari pasangan Suroyo dan Rizkiyah ini selalu melakukan latihan mandiri di pagi hari. "Ini merupakan kiat supaya Arrum bisa bersaing dengan petenis daerah lain, kalau nda melakukan latihan mandiri maka kemajuannya tidak akan signifikan," ujar Suroyo yang menjabat Kanitserse di Polsek Margadana.


Arrum yang kelahiran tanggal 17,  bulan Juni,  tahun 1998, mempunyai dua adik yaitu Satriyo dan Galuh tidak banyak berkomentar tentang prestasi dirinya. Dia lebih suka bekerja keras dari pada bicara.


Ciri khas atau keistimewaannya Arrum adalah selalu memanfaatkan lebar lapangan, dan pukulan yang dipunyainya akurasinya tinggi, sehingga membuat lawannya kesulitan untuk mengembalikan pukulan-pukulannya. Apalagi seringnya bola  jatuh pada sudut kanan kiri lapangan lawan.  Itulah kunci kesuksesannya dia selama ini.


"Kalau dia mempunyai power dan pukulan swing yang mantap maka dia siap memasuki KU 14," ungkap pelatih fisiknya, Taufan. Sedangkan orang tuanya, Suroyo, mengungkapkan kalau Arrum pada tahun ini (2010) sewaktu -waktu akan diterjunkan ke KU 14, "Nanti melihat kakak angkatannya naik ke KU 16, nunggu Idhun dan Woyla serta yang lainnya naik ke 16, " jelasnya. (rief)

Last Updated ( Sunday, 10 January 2010 13:43 )

 

Bursa Otomotif

Taruna CX Th. 2004
Biru Tua Metalik Original, Harga 98,5 juta (nego)
Hub. Edi Hp. 0815652596, 0283 3328886

Feroza Th. 95
Biru, Harga 53 juta (nego), Hub. Lukman 081548074999

Suzuki Baleno Th. 97
Silver, Plat B, Harga 75 juta (nego)
Hub. Fauzi 085842103999

Escudo JLX Th. 95
Merah Maroon Ori, TV, Sound System, Plat E, Harga 79 juta (nego), Hub. Fauzi Hp. 085842103999

Statistik

Content View Hits : 62853